Pustaka Belajar

  • Home
  • Seni
  • Perpustakaan
  • Opini
  • Kontak
  • Home
  • Downloads
    • Buku
  • Kategori
    • Child Category 1
    • Child Category 2
    • Child Category 3

Tuesday, October 10, 2017

Curhat kecilku kepada penguasa negeri ini. (15 Desember 2012)

 Pustaka Belajar     8:34 AM     Tak Berkategori     No comments   

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan  yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh media yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya. narkoba, politik, uang, membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?



Di negeri permai ini, politik hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Para penguasa tidak pernah mencintai apapun yang mereka lakukan, mereka hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Mereka tidak mensyukuri berkah yang mereka dapatkan, mereka hanya ingin menghabiskannya. mereka enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan mereka. Kawan, inilah kenyataan politik memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, politik adalah persoalan kebiasaan. politik juga masalah prinsip. Bila kau terjun kedunia politik,  maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka, tapi kau suka bermuka kepada kuli kamera. Politik adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah. Tapi politik hanya akan menghancurkan generasi-generasi, dan membuat sengsara rakyat jelata. Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Jutaan orang lantang bersuara demi mendapatkan keadilan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penguasa. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan janji manis para penguasa. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama, dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Perjuangkanlah aspirasi rakyat layaknya seorang pemimpin yang tegas dan suci.


  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

About Me

Pustaka Belajar Merupakan Media pembelajaran yang di desain dengan menyajikan Opini, Artikel, wawasan tentang seni, perpustakaan, dan juga membagikan beragam bacaan dalam format E-book (PDF) yang bisa segera di akses dan di unduh. Pustaka belajar ini dimotivasi dalam meningkatkan budaya literasi dan membaca. selain itu, kami juga menerima buku dengan Format PDF yang bisa dikirim ke kontak kami. jadilah bagian Pustaka Belajar dalam meningkatkan budaya membaca di Indonesia.

Popular Posts

  • Harry Potter And the Deathly Hallows - J.K. Rowling (Versi Bahasa Indonesia)
    Harry Potter And the Deathly Hallows - J.K. Rowling download

Blog Archive

  • ▼  2017 (37)
    • ▼  October (37)
      • A Tale of two cities - Charles Dickens
      • Lord Of The Flies - William Golding
      • 37 Masalah Populer - H. Abdul Somad Lc., MA.
      • Dunia Sophie - Jostein Gaarder
      • Analisis Kebudayaan
      • 36 Strategi Suntzu
      • Detik-Detik Hidupku Hasan Al-banna
      • Sketsa The Anthology Of Love
      • Mantra - Deddy Corbuzier
      • Che Guevara & Revolusi Kuba - Mike Gonzalez
      • La Tahzan - DR. 'Aidh al-Qarni
      • Filosofi Kopi - Dewi Lestari Dee
      • The Secret - Rhonda Byrne
      • Madilog - Tan Malaka
      • Terpesona di Sidratul Muntaha - Agus Mustofa
      • Sejarah Tuhan - Karen Armstrong
      • Akar (Supernova) - Dee Lestari
      • 4 Daftar buku yang dipublikasi oleh Bibliotek Alex...
      • Senja, Hujan & Cerita yang telah usai - Boy Candra
      • Art of Drawing The Human Body (Fine Art)
      • The Adventures Of Sherlock Holmes (Versi Bahasa In...
      • Gadis Pantai - Pramoedya Anata Toer
      • Bumi Cinta - Habiburrahman El-Shirazy
      • Metodologi Penelitian - Prof.Dr. Suryana, M.Si
      • Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua - Boy Candra
      • Sebelas Patriot - Andrea Hirata
      • Setelah Hujan Reda - Boy Candra
      • Harry Potter And the Deathly Hallows - J.K. Rowlin...
      • Hujan - Tere Liye
      • Sang Pemimpi - Andrea Hirata
      • World Of Writing - Share of Experience
      • Monolog diri.
      • Sejarah Sepak Bola & Nasionalisme Kosmopolitan
      • Hero Recruitment
      • sekedar puisi: papa, i'm sorry (24 september 2012)
      • Curhat kecilku kepada penguasa negeri ini. (15 Des...
      • Sekedar Puisi; Anda Saja yang Beri Judul, saya pus...

About Me

Pustaka Belajar
View my complete profile

Popular Posts

  • Harry Potter And the Deathly Hallows - J.K. Rowling (Versi Bahasa Indonesia)
    Harry Potter And the Deathly Hallows - J.K. Rowling download

Total Pageviews

Copyright © Pustaka Belajar | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates